<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Catatan Harian Seorang Apatis</title>
	<link>http://apatis.blogsome.com</link>
	<description>Catatan Harian Seorang Apatis : Kontradiksi, Isu-isu yang Dipertentangkan</description>
	<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:20:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Prostitusi di Sanur Dulu dan Kini</title>
		<link>http://apatis.blogsome.com/2009/10/19/64/</link>
		<comments>http://apatis.blogsome.com/2009/10/19/64/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apatis</dc:creator>
		
	<category>Underground</category>
	<category>UnderCover</category>
		<guid>http://apatis.blogsome.com/2009/10/19/64/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Prostitusi di Sanur Dulu dan Kini&#8212;&#8212;-
Berawal dari Diskotek Emperan
    Sanur tak hanya dikenal sebagai objek wisata. Sanur juga kental dengan warna prostitusi. Tak hanya kini, dulu ketika pariwisata Sanur mulai bergairah, bisnis esek-esek juga tumbuh subur. Awalnya, dari turis Eropa dan Jepang yang meminta pelayanan lebih. Akibatnya, guide pun kelimpungan dan berburu &#8216;&#8217;barang&#8217;&#8217; ke Jawa. Bagaimana [...]</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://apatis.blogsome.com/2009/10/19/64/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Maraknya Bisnis Perawatan Organ Intim Perempuan: Komersialisasi Mitos Seks Peret</title>
		<link>http://apatis.blogsome.com/2009/05/02/maraknya-bisnis-perawatan-organ-intim-perempuan-komersialisasi-mitos-seks-peret/</link>
		<comments>http://apatis.blogsome.com/2009/05/02/maraknya-bisnis-perawatan-organ-intim-perempuan-komersialisasi-mitos-seks-peret/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 07:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apatis</dc:creator>
		
	<category>UnderCover</category>
		<guid>http://apatis.blogsome.com/2009/05/02/maraknya-bisnis-perawatan-organ-intim-perempuan-komersialisasi-mitos-seks-peret/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini bisnis perawatan organ intim perempuan marak tersedia, terutama di kota-kota besar. Perawatan khusus atau praktik-praktik yang dilakukan untuk vagina, baik itu perawatan yang dikatakan traditional ataupun modern dengan teknik-teknik mutakhir kedokteraan, tiba-tiba sangat marak tersedia di tempat praktik-praktik traditional, salon-salon kecantikan, spa, bahkan klinik-klinik praktek dokter spesialis. Mengapa perawatan dan praktik-praktik yang dilakukan [...]</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://apatis.blogsome.com/2009/05/02/maraknya-bisnis-perawatan-organ-intim-perempuan-komersialisasi-mitos-seks-peret/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Buruk Pemilik “Mrs V” Liang Vagina Melebar jika Beranak Banyak</title>
		<link>http://apatis.blogsome.com/2009/04/17/p71/</link>
		<comments>http://apatis.blogsome.com/2009/04/17/p71/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apatis</dc:creator>
		
	<category>UnderCover</category>
		<guid>http://apatis.blogsome.com/2009/04/17/p71/</guid>
		<description><![CDATA[<p>ADA warning khusus bagi kaum perempuan yang bermimpi kelak melahirkan anak lebih dari empat kali. Liang vagina alias &rdquo;Mrs V&rdquo;-nya secara medis diyakini akan kian melebar. Padahal, kalangan perempuan bersuami umumnya mendambakan ukuran Mrs V yang sempit demi memelihara kepuasan seksual sang suami. Kisah unik justru berembus dari sebuah sudut Kota Denpasar. Seorang ibu bernama [...]</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://apatis.blogsome.com/2009/04/17/p71/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
