AYO! IKUTAN DAPET DUIT GRATIS DARI KOMISI GRATIS KLIK DISINI




Catatan Harian Seorang Apatis

↑ Grab this Headline Animator

Vagina Spa: Dicuci, Dipijat, Lalu diasapi

April 1, 2009 | Posted in UnderCover | No Comments »

Untuk menjalani Terapi Vagina-spa (V-spa) butuh waktu kurang lebih 2-3 jam. Tidak hanya organ intim yang dimanja melainkan hampir seluruh tubuh.

Bagaimanakah urutan terapi ini? Mari kita perhatikan!

Konsultasi

Setiap perawatan dan pemeliharaan kesehatan tentu butuh analisis lebih dahulu. Konsultasi awal dengan ahli penting dijalankan untuk mengetahui secara umum kondisi si wanita. Salah satunya untuk melihat apakah ada penyakit tertentu yang terkait dengan organ intim. Pada tahap ini segala masalah dan keinginan peserta terapi bisa disampaikan. Lalu terapis akan memberikan pengarahan tentang teknis perawatan dan manfaatnya.

2. Vulva Hygiene

Sebelum terapi dijalankan, kebersihan bagian intim menjadi fokus yang pertama. Perawatan dimulai dengan membersihkan vulva vagina dari kotoran dengan air hangat yang mengandung herbal wash dan minyak aromatik.

3 V-Scrubing

Selanjutnya daerah sekitar organ intim seperti lipatan paha, area perut, dan pantat serta daerah yang kulitnya cenderung lebih gelap seperti daerah ketiak dan payudara, digosok dengan scrub berbahan rempah semisal cendana, akar wangi, dan mawar. Scrub ini bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan dan menghaluskan kulit.

4. V-energy Massage

Biar tubuh rileks, peredaran darah lancar, stamina tubuh dan vagina meningkat, perawatan dilanjutkan dengan pijat terapi aroma. Pemijatan dengan teknik bioenergi ini dilakukan pada seluruh tubuh, terutama otot-otot dasar panggul.

5. Guci Bathing

Selesai pijat, dianjutkan berendam dalam guci besar berisi air hangat yang ditetesi minyak esensial. Sambil berendam, peserta terapi dibimbing untuk melakukan meditasi gerak. Gerakan-gerakan itu berupa kontraksi untuk mengencangkan otot dasar panggul, pinggang, paha dalam, paha luar, lutut, kaki, dan otot vagina. Langkah-langkah ini dilakukan dengan mengatur napas sambil merasakan benar-benar kenyamanan di seluruh tubuh. Dalam hal ini konsentrasi, olah rasa, dan napas berjalan seiring.

6. V-Steam penguapan), V-Compress, dan V-fogging (pengasapan)

Ketiga rangkaian langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran darah sekitar vagina dan meluruhkan lendir berlebih dari vagina. Beberapa ramuan herbal dan minyak esensial digunakan untuk keperluan ini. Kompres vagina ini berfungsi untuk antiinfeksi dan mengurangi peradangan atau nyeri.

7. Perawatan dari dalam

Sebagai perawatan dari dalam, disediakan dua macam ramuan alami yang berfungsi untuk meningkatkan stamina, bersifat antiseptik, dan menghangatkan tubuh.

Celana Jangan Ketat!

Derajat keasaman vagina menurut Dr Boy Abidin, SpOG, kira-kira 7,1 – 7,3. Untuk menjaga stabilitas kesehatan vagina selanjutnya, perempuan sebaiknya memahami beberapa hal berikut:

  • Sesering mungkin mengganti pembalut.
  • Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. “Tentu tidak dengan sabun biasa,” kata Dr. Boy. Sebaiknya gunakan sabun pembersih khusus vagina.
  • Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner, sebaiknya selama 2-3 jam saja.
  • Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.
  • Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.
  • Jaga berat hadan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.
  • Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang. (Senior)
Sumber : http://www2.kompas.com/

Macam Perawatan Vagina

| Posted in UnderCover | No Comments »

Macam Perawatan Vagina Perempuan, tentu akrab dengan urusan merawat kecantikan tubuh, mulai perawatan rambut, kulit, hingga kuku. Namun terkadang, perawatan organ intim malah terlewatkan. Padahal, ini tak kalah penting, karena, perawatan organ intim yang tepat dapat meningkatkan kualitas hubungan seks. Apa saja yang bisa dilakukan untuk merawatnya?

Spa Vagina

Ini adalah salah satu metode yang aman dilakukan tanpa bantuan praktisi medis, berhubung prosesnya memang tidak mengintervensi area dalam vagina. Pada dasarnya ritual yang dilakukan kurang lebih sama dengan prinsip perawatan tubuh: proses pembersihan dan pelancaran sirkulasi darah. Perawatan biasanya mencakup pijat, pembersihan kulit, meditasi, terapi dengan uap dan aromaterapi.

Kuras Vagina

Istilahnya terdengar seram, ya? Dalam dunia medis, kuras vagina disebut dengan "vaginal toilet". Prosesnya cukup sederhana, dilakukan dengan menggunakan peralatan medis kedokteran yang steril, salah satunya adalah yang disebut spekulum cocor bebek. Spekulum tersebut digunakan untuk "membuka" lubang vagina pasien. Pada intinya perawatan ini dilakukan untuk membersihkan vagina dengan cara mengusap dinding vagina yang mengalami keputihan dengan kasa steril, lalu dilanjutkan dengan memberikan antiseptik pada vagina. Prosedur ini umum dilakukan dokter, ahli kebidanan dan kandungan.

Vaginoplasti

Vaginoplasti memang sebuah istilah medis untuk tindakan operatif memperbaiki struktur jaringan vagina. Tindakan ini biasanya dilakukan dokter ahli kebidanan dan kandungan pada wanita yang mengalami perlukaan atau kerusakan jaringan pada vaginanya akibat proses persalinan yang bermasalah. Tapi seiring perkembangan jaman, banyak wanita yang melakukan tindakan ini untuk tujuan membuat vaginanya "rapat" kembali layaknya masa perawan dulu. Apapun motivasinya, yang pasti, hanya lakukan metode ini pada dokter ahli!

Senam Kegel

Awalnya, senam yang diperkenalkan oleh Professor Arnold H Kegel, seorang ahli ginekologi dari California ini diperuntukkan untuk mengatasi gejala inkontinensia alias ketidakmampuan menahan buang air kecil yang kerap dialami wanita pasca melahirkan. Tapi saat ini, banyak orang awam malah meyakini senam Kegel sebagai senam seks. Soalnya, banyak pasien yang memberi testimoni, setelah menjalani terapi ini, mereka mengalami juga peningkatan kepuasan seksual. Ini memang menjadi "efek samping" yang mudah ditebak. Soalnya, prinsip senam Kegel sendiri adalah melatih kontraksi otot pubokoksigeus di dalam rongga panggul. Nah si otot pubokoksigeus pada wanita tersebutlah yang menjadi otot utama pendukung vagina, rahim dan juga rectum, yang berkaitan pula dengan fungsi seksual macam proses orgasme.

Senam Bangkok

Istilah ini muncul dari atraksi seks unik di salah satu daerah lokalisasi di kota Bangkok. Metode yang dimaksud dari senam ini adalah memfokuskan pada otot-otot daerah panggul dan vagina dengan arahan teknik pernapasan perut dan teknik visualisasi khusus. Latihan ini akan mengarahkan wanita untuk menggerakkan otot-otot panggul sebelah dalam, termasuk daerah vagina. Konon bagi yang telah lama berlatih, vaginanya akan dapat berkontraksi dan mencengkram secara kuat.

(Vilounge/dila) 

http://wanita.suaramerdeka.com/ 

Merawat Organ Kewanitaan

February 21, 2009 | Posted in Uncut, UnderCover | Comments (1)

Tinggal di daerah tropis yang panas membuat kita sering berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama pada organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat.

Akibatnya bakteri mudah berkembang biak dan eksosistem di vagina terganggu sehingga menimbulkan bau tak sedap serta infeksi. Untuk itulah kita perlu menjaga keseimbangan ekosistem vagina.

Ekosistem vagiana adalah lingkaran kehidupan yang ada di vagina. Ekosistem ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu estrogen dan laktobasilus (bakteri baik). Jika keseimbangan ini terganggu, bakteri laktobasilus akan mati dan bakteri pathogen akan tumbuh sehingga tubuh akan rentan terhadap infeksi.

Sebenarnya di dalam vagina terdapat bakteri, 95 persennya adalah bakteri yang baik sedang sisanya bakteri pathogen. Agar ekosistem seimbang, dibutuhkan tingkat keasaman (pH balance) pada kisaran 3,8 – 4,2. Dengan tingkat keasaman tersebut, laktobasilus akan subur dan bakteri pathogen mati.

Banyak faktor yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem vagina, antara lain kontrasepsi oral, diabetes melitus, pemakaian antibiotik, darah haid, cairan mani, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching) dan gangguan hormon (pubertas, menopause atau kehamilan).

Dalam keadaan normal vagina mempunyai bau yang khas. Tetapi, bila ada infeksi atau keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan bau yang mengganggu, seperti bau yang tidak sedap, menyengat, dan amis yang disebabkan jamur, bakteri atau kuman lainnya.  Jika infeksi yang terjadi di vagina ini dibiarkan, bisa masuk sampai ke dalam rahim.

Alaminya susu

Untuk menjaga kebersihan dan mematikan bakteri jahat di dalam vagina memang tersedia produk pembersih daerah intim wanita. Dari sekian banyak merek yang beredar rata-rata memiliki tiga bahan dasar.

Pertama, yang berasal dari ekstrak daun sirih (piper betle L) yang sangat efektif sebagai antiseptik,  membasmi jamur Candida Albicans dan mengurangi sekresi cairan pada vagina. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amir Syarif dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penggunaan daun sirih pada pengobatan keputihan, 90,0 persen pasien dinyatakan sembuh.

Sayangnya, jika pembersih berbahan daun sirih ini digunakan dalam waktu lama, semua bakteri di vagina ikut mati, termasuk bakteri laktobasilus. Sehingga keseimbangan eksosistem menjadi terganggu.

Kedua, produk-produk pembersih kewanitaan yang mengandung bahan Povidone lodine. Bahan ini merupakan anti infeksi untuk terapi jamur dan berbagai bakteri. Efek samping produk yang mengandung bahan ini adalah dermatitis kontak sampai reaksi alergi yang berat.

Ketiga, produk yang merupakan kombinasi laktoserum dan asam laktat. Laktoserum ini berasal dari hasil fermentasi susu sapi dan mengandung senyawa laktat, laktose serta nutrisi yang diperlukan untuk ekosistem vagina. Sedangkan asam laktat berfungsi untuk menjaga tingkat pH di vagina.

Menurut dr. Junita Indarti, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RSCM, susu mengandung zat aktif yang bisa diekstrak menjadi asam laktat dan laktoserum, dan secara klinis terbukti mengurangi keluhan rasa gatal, rasa terbakar dan keputihan pada vagina.

"Sebanyak 70 persen pasien yang datang berobat, keluhannya hanya seputar keputihan. Setelah pasien dirawat dengan pemberian larutan asam laktat dan laktoserum dua kali sehari selama dua minggu, tingkat kesembuhannya mencapai 80 persen, hanya 5,4 persen yang mengalami efek samping berupa ruam kulit" katanya menjelaskan.

Kombinasi asam laktat dan laktoserum sebagai pembersih organ kewanitaan bersifat alami karena tidak membunuh bakteri laktobasilus melainkan meningkatkan pertumbuhannya. Salah satu produk yang pembersih wanita yang mengandung bahan ini adalah Lactacyd, yang saat ini sudah bisa dibeli di outlet toko obat.

Sebelum memutuskan memilih suatu produk, menurut Junita ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain apa saja keluhan yang dirasakan saat ini dan sebisa mungkin memilih produk yang isinya mengandung zat-zat yang baik.

"Untuk pemakaian jangka panjang sebaiknya memilih produk yang bisa memelihara ekosistem alami vagina. Produk yang mengandung pembunuh bakteri sebaiknya hanya digunakan untuk jangka pendek atau ketika ada masalah saja," tambah Junita.

Kebisaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan kita. Jika ekosistem vagina terjaga seimbang, otomatis kita akan merasa lebih bersih dan segar dan tentu saja lebih nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. *

sumber: Kompas Cyber Media

apatis2008

View technorati.com

RSS .92|RDF 1.0|RSS 2.0|Atom|Comments RSS 2.0|Valid XHTML