AYO! IKUTAN DAPET DUIT GRATIS DARI KOMISI GRATIS KLIK DISINI




Catatan Harian Seorang Apatis

↑ Grab this Headline Animator

Marak, Video Porno Pelajar

November 30, 2008 | Posted in UnderCover | No Comments »

Fenomena video porno yang dilakukan pelajar di Indonesia terus marak dan nyaris selalu ada rookie, bahkan dari kota-kota kecil atau kota-kota yang notabene punya image agamis.

Di Jombang, video porno dua pelajar asal 2 SMA berbeda di Jombang yang berhubungan badan dengan masih memakai seragam. Salah satu dari pelaku adegan mesum itu, diketahui sebagai siswi salah satu SMK PGRI di Jombang berinisial AYP berusia sekitar 17 tahun. Sedang pelaku lainnya, diduga siswa STM di kota yang sama, juga berusia sekitar 17 tahun. Dari gambar berdurasi 46 detik tersebut, diketahui jika perbuatan mesum itu dilakukan di kamar kos salah satu pelajar itu. (surabaya.detik.com)

Di Bulungan, di pelosok Kalimantan pun rekaman adegan syur pun beredar. Pelakunya masih anak baru gede (ABG). Wajahnya masih bocah. HD, begitu inisial remaja berumur 16 tahun ini, belum bisa menyembunyikan gaya dia sebagai anak-anak. HD membujuk Bunga (nama samaran), cewek 16 tahun, berbuat mesum di sebuah taman. Itu saja tidak cukup. HD telah bersekongkol dengan DI dan RI, dua rekannya, untuk merekam adegan mesum itu dengan kamera HP. (blog.filmpendek.org)

Tak ketinggalan kota kecil Pacitan, adegan video porno yang diperankan mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) menghebohkan warga Kabupaten Pacitan. Video beradegan syur sepasang remaja, dan berdurasi 5 menit 50 detik ini beredar luas ke sejumlah pemilik handphone.

Bukan itu saja, kedua makhluk berlainan jenis itu juga melakukan adegan petting dan aktivitas seksual layaknya suami istri. Kontan saja, beredarnya gambar hidup itu membuat warga penasaran. Terlebih pelakunya disebut-sebut berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Pacitan. (surabaya.detik.com)

Di Cirebon, Beredar video mesum yang dilakukan pasangan selingkuh seorang pria beristri dengan siswi SMA negeri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat membuat heboh masyarakat di bulan Ramadhan.

Video berdurasi lima menit itu dibuat Juli 2008, di sebuah hotel di Kota Cirebon, namun baru beredar luas dua minggu terakhir sehingga Polsek Susukan sempat memanggil pasangan selingkuh yang kebetulan rumahnya bertetangga di Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Informasi yang dihimpun ANTARA News, dari wajah yang ada di video kemudian terkuak siswi tersebut bersekolah di SMA Negeri I Ciwaringin, kelas XII IPS-2. (antaranews.com)

Di Ternate, kasus video porno mirip pedangdut Maria Eva dan mantan anggota DPR Yahya Zaini muncul lagi. Kali ini sepasang remaja di Ternate, Maluku Utara, yang memerankan video mesum tersebut. Pemeran wanita berusia 17 tahun dalam video itu diperkirakan adalah siswi sebuah sekolah menengah umum terkemuka di Kota Ternate.

Visual adegan intim berdurasi hampir dua menit itu kini telah beredar luas dan menjadi tontonan sehari-hari masyarakat Ternate. Sejauh ini polisi belum menemukan pelaku pemeran video porno serta pihak yang menyebarluaskan rekaman adegan intim tersebut. (liputan6.com)

Dan sepertinya fenomena ini akan terus berlanjut sampai mental remaja kita berubah. Berubah ke arah mana? Masih sangat relatif dan terasa berhimpitan di ruang berkabut. Degradasi moral? Atau atas nama kelahiran budaya baru? Budaya dunia, yang masih berkiblat total ke barat, yang memang semakin  menegaskan hegemoni.

(apatis2008)

FREE SEX DAN ABORSI

November 29, 2008 | Posted in UnderCover | No Comments »

Perbuatan sex diluar nikah (free sex), selamanya tidak dibenarkan dalam norma kehidupan, baik norma Agama maupun norma Sosial. Walau demikian, kenyataannya kasus hubungan sex pra nikah makin meluas saja. Bahkan dari sekian banyak kasus yang ada, free sex kebanyakan dilakukan oleh kalangan remaja, mungkin juga sudah membudaya dikalangan teman-teman kita sendiri. Hal ini merupakan bukti nyata dampak dari tingginya keinginan sex dikalangan kita (baca:remaja). 
 
Tingginya keinginan sex ini, merupakan dampak dari berkembang cepatnya hormon dan organ genetalia(baca:reproduksi) kita. Nah, oleh karena itu kita harus pandai-pandai mengendalikan keinginan sex kita. Soalnya, hubungan sex yang dilakukan di usia dini dan diluar nikah banyak merugikan kehidupan pribadi kita (terutama perempuan). 
 
Selain itu, hubungan sex diluar nikah ternyata membawa cukup banyak dampak negatif pada diri kita. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. 
Maraknya freesex saat ini, ternyata berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki beresiko tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri. 
 
Resiko melakukan Aborsi pada remaja:  
1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan  
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal  
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. 
4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation) 
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. 
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) 
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer) 
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer) 
9. Kanker hati (Liver Cancer) 
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. 
11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease) 
12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) 
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)  
14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.  
15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.  
16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.  
17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.  
Nah, udah ngerti kan akibat melakukan hubungan sex diluar nikah. Makanya kamu (terutama cewek), kudu tegas menolak ajakan hubungan sex apabila dilakukan diluar pernikahan. Selain ngrugiin kamu, orang tua tentunya bakal kecewa juga kan?.

(noe.berbagai sumber)

Link : http://www.isekolah.org/ 

Perempuan Harus Kenal Kondom

November 26, 2008 | Posted in UnderCover | No Comments »

ORANG dengan HIV/AIDS (Odha) perempuan disinyalir punya beban lebih berat dibandingkan Odha laki-laki. Berdasarkan pengalaman yang ada, Odha perempuan, khususnya ibu rumah tangga, biasanya tetap berkewajiban mengurus keluarga.

Jika suami atau anaknya ada yang juga terinfeksi HIV, Odha perempuan kerap mendahulukan anggota keluarganya dalam menggunakan obat antiretroviral.

Kenyataan ini mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Yayasan Pelita Ilmu (YPI) menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Kesehatan dan Sosial bagi Kaum Perempuan.

Sekretaris Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Nasional, Dr Nafsiah Mboi SpA, dalam situs Jaringan Aksi Nasional Pengurangan Dampak Buruk Narkoba Suntik mengungkapkan, separuh penduduk dunia yang terinfeksi HIV adalah perempuan.

Dan sebagian besar dari mereka tertular dari pasangan seksualnya.Tahun 2006, tercatat 193.000 Odha di Indonesia di mana 42.000 diantaranya adalah perempuan.

Tingginya infeksi HIV pada perempuan ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai penyebaran HIV, serta ketidaktahuan dalam mencegah sindrom itu.

Di Indonesia, stigma bahwa HIV/AIDS hanya bisa menginfeksi Pekerja Seks Komersial (PSK) makin membuat kondom tak popular di kalangan perempuan.

Termasuk juga tak mengenal femidom, yaitu kondom untuk perempuan. Padahal, menurut Nafsiah, perempuan 2,5 kali lebih rentan terhadap HIV.

Artinya, sebanyak itu pula perempuan lebih butuh kondom daripada laki-laki. Vagina memiliki lapisan tipis (mukosa) yang lembut dan mudah terluka.

Anatomi tersebut membuat air mani bertahan lebih lama dalam rongga vagina bila terjadi penetrasi.

Dan jika air mani yang mengandung HIV dipancarkan ke dalam vagina, si perempuan akan tertular Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV.

Menjangkau perempuan itu sulit. Bayangkan bagaimana mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga. Akan lebih efektif jika kita mendatangi sebuah pabrik dan memberikan edukasi pada seluruh pegawai yang sebagian besar laki-laki.

Dengan kesadaran menggunakan kondom, laki-laki bisa melindungi isterinya dari tertular HIV kalau mereka suka jajan.

Dan kondom juga berefek kontrasepsi,kata Director for Health Care Yayasan Kusuma Buana, Dr Adi Sasongko, MA, pada Jurnal Nasional, Rabu (19/11).

Memang, tanpa kondom, pasangan yang berhubungan seksual saling setia (be faithful) terhindar dari kemungkinan terinfeksi HIV.

Namun, masih berisiko kehamilan tak diinginkan. Enny Zuliatie, Manajer Program Pencegahan HIV/AIDS bagi remaja yang melaksanakan program YPI (Dampingan Remaja Mal, Die-J) di Ciracas, menceritakan bahwa banyak remaja belum tahu kalau hubungan seksual tanpa kondom bisa mengakibatkan kehamilan.

Ada juga yang tahu kondom bisa mencegah kehamilan dan HIV, tapi dia hamil juga. Ketika ditanya, jawabannya karena pasangannya menolak.

Apalagi yang dibayar, ungkapnya ketika didatangi Jurnal Nasional di kantor YPI, Senin (17/11), Kejadian kehamilan tak diinginkan bisa berakibat fatal.

Ketidaksiapan psikologis seringkali membuat si calon ibu menggugurkan kehamilannya diam-diam. Perempuan tak kenal kondom bahkan bisa terinfeksi HIV dan hamil dalam waktu bersamaan.

Ada penyuluhan terhadap remaja putri untuk pencegahan. Termasuk menggunakan kondom bagi yang memerlukan.

Tapi, kalau sudah hamil, konseling bukan menentukan supaya mereka tidak aborsi. Konseling adalah pendampingan dan penginformasian mengenai pilihan yang bisa diambil.

Kalau melanjutkan kehamilan, kemungkinan harus berhenti sekolah. Kalau aborsi ada risiko sendiri. Apalagi kalau tidak aman, misalnya ke dukun, bisa mengakibatkan kematian, kata Enny lagi.

Menurut Enny, dari jumlah remaja hamil yang mengunjungi YPI, sekitar 20% memutuskan aborsi. Sisanya, memilih diteruskan.

Pertimbangannya karena masih sekolah atau karena di lingkungan kerjanya belum boleh menikah atau hamil.

Meski begitu, secara total kasus aborsi di Indonesia sangat tinggi. Berdasar data Depkes RI, angkanya mencapai 2,3 juta kasus tiap tahun per Agustus 2007. Dan ini belum termasuk aborsi ilegal atau non-medis. Ini memang masalah serius!by : Sjifa Amori

Sumber : http://www.aidsindonesia.or.id

apatis2008